Musik keroncong memang sudah terdengar agak kuno bagi telinga remaja sekarang. Namun bagi orang-orang se usia ayah saya (kepala 5) tentu saja masih bisa bernostalgia dengan genre musik yang satu ini. Meskipun ga gaul, tetapi bagi mereka, di era remaja mereka, genre ini sangat populer dan merupakan kelangenan (suatu yang biasa dinikmati). Genre ini melejitkan nama-nama terkenal seperti Waljinah dan Orkes Keroncongnya.
Meskipun di era sekarang sudah tidak on air lagi, namun ada beberapa group musik jazz yang mencoba menafsir ulang atau menggubah ulang lagu-lagu musik keroncong ini ke dalam balutan genre musik jazz, sehingga lahirlah jenis musik baru, jazzy keroncong.Instrumen Musik Keroncong
![]() |
| Cak dan Cuk Produksi Kami |
Bagi kami yang sering membuat instrumen ini, paling suka untuk format kecil ini, bermain beberapa orang sudah bisa mendendangkan banyak lagu, tergantung kepiawaian dan repertoar lagu kita. Kami juga sering di pesani alat keroncong format kecil ini. Adapun alatnya adalah cuma, cak, cuk, gitar, sello dan kontra bass (bass bethot orang Solo bilang). Semua kami yang membuatnya, berbahan dari gabungan kayu mahagoni dan ciprus, serta mepel, sengaja kami suguhkan supaya bisa mendapatkan suara yang diharapkan. Kalau soal melayani pemesanan alat-alat keroncong ini, memang sudah kami lakukan sejak lama. Sudah banyak grup-grup keroncong yang pesan instrumen ini kepada kami.
Cak dan Cuk
Jangan salah pilih lho, cak dan cuk yang digunakan dalam permainan keroncong gadhon ini berbeda dengan cak dan cuk yang digunakan untuk bermain solo. Yang jelas perbedaanya terletak pada kualitas suara yang dikeluarkan, untuk cak dan cuk bermain solo lebih keras, atau suaranya lebih keluar dibanding dengan cak dan cuk yang digunakan untuk bermain ensamble atau bermain bersama dalam genre musik keroncong. Alasanya supaya suara bisa seimbang, sehingga tidak terkesan cak dan cuk mengalahkan suara gitar, atau suara sello atau suara bassnya.
Sello dan Kontra Bass
Untuk kedua instrumen ini juga berbeda, sello yang digunakan adalah sello yang tidak digesek dan hanya terdiri dari 3 senar saja, begitu pula bassnya. Suara yang dihasilkan untuk ranah keroncong gadhon biasanya cenderung bindheng (tidak nyaring), semakin bindheng sellonya diartikan semakin bagus suaranya, karena harapan dari permainan ensamble ini adalah hasil bersama, alias merata, tidak ada yang menang. Hukum serupa juga berlaku untuk instrumen kontra bassnya.
Akhir-akhir ini kami melayani pemesanan dari Jakarta yang digunakan untuk kepentingan belajar mengajar di sekolahan tingkat SMP dan SMA, meskipun pemesannya hanya satu dua, tapi sudah membuat hari-hari kami penuh aktifitas untuk mengerjakan pemesanan ini. Kepercayaan pembeli adalah kunci keberhasilan kami, kesabaran sangat membantu kami dalam membuat alat musik sesuai dengan pemesanan.
Kontak Kami
Silahkan baca artikel sebelumnya DISINI, sudah saya sertakan kontak kami disana.








0 komentar:
Posting Komentar